A. UMUM
Yang dimaksud denan Kebijakan, Strategi dan Rekomendasi Rakerprop Forum Komunikasi Media Tradisional (FK-METRA) Tahun 2010 adalah amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga untuk memberikan landasan, arah dan pedoman kepada jajaran pengurus organisasi dan sebagai sumbang saran kepada pemerintah, dunia usaha dan Pengurus Forum Komuniksi Media Tradisional mulai tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota, termasuk anggota, pelaku media tradisional, pengguna dan simpatisan.
Pertimbangan untuk mempertahankan kelestarian seni tradisional dalam bingkai budaya nasional sebagai warisan leluhur bangsa dan mempersiapkan Forum Komunikasi Media Tradisional sebagai Organisasai Kemasyarakatan yang mewadahi kegiatan para pelaku, pencinta, pengguna dan pemerhati media tradisional, adalah :
1. Untuk mewujudkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945, sebagai sumber motivasi utama kelahiran Forum Komunikasi Media Tradisional dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya sebagai khasanah kekayaan dan jatidiri bangsa;
2. Mengajak masyarakat, bangsa dan negara Indonesia keluar dari krisis multidimensional khususnya krisis kelembagaan (institusional), krisis kepercayaan, krisis moral dan martabat serta krisis budaya komunikasi yang merebak sejak tahun 1998 untuk kembali kepada jatidiri bangsa yang berbudaya dengan memberdayakan media tradisional sebagai sarana komunikasi dan diseminasi informasi;
2. Walaupun konsolidasi administrasi, keuangan dan organisasi belum dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya, namun upaya melaksanakannya telah dilakukan dengan hasil belum seperti yang kita harapkan. Oleh karena itu untuk mencapai hasil yang maksimal, dibutuhkan tanggung jawab komitmen bersama, tanggung jawab moral, kiprah dan perjuangan organisasi, serta manajemen organisasi yang mampu untuk membina, mengembangkan, menata dan mengarahkan hasil-hasil yang dicapai dalam masa bakti 2009-2013 menuju ke masa depan,
Beberapa aspek yang dinilai strategis untuk diikuti perkembangannya dan disiasati dalam rangka upaya mempertahankan eksistensi martabat dan budaya luhur bangsa adalah:
1. Pelestarian dan pengembangan harkat dan martabat bangsa Indonesia yang berbudi luhur dan berbudaya berdasarkan Pancasila sebagai landasan penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara;
2. Kesiapan konsolidasi organisasi secara nasional, khususnya konsolidasi organisasi, manajemen organisasi, sumber daya manusia, sumberdaya tata laksana, sumberdaya pendukung, implementasi program organisasi dan pengembangan karakter organisasi yang merakyat;
3. Perkembangan lingkungan strategis, baik nasional, regional, maupun internasional yang harus dihadapi dan disiasati, dengan memanfaatkan pengaruh positif menjadi peluang untuk mengatasi dan menangkal pengaruh negatif dengan meningkatkan ketahanan budaya nasional.
B. KEBIJAKAN.
Forum Komunikasi Media Tradisional sebagai organisasi yang merakyat dan memasyarakat senantiasa bermitra dengan Pemerintah dalam meyampaikan informasi pembangunan dan kemasyarakatan sesuai dengan ketentuan perundangan, untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang bermartabat, berbudi luhur dan berbudaya. Untuk mencapai maksud diatas diperlukan keputusan bersama antara Departemen Komunikasi dan Informatika, Departemen Dalam Negeri, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, serta Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, agar ruang gerak operasional FK METRA dapat lebih menjangkau khalayak sampai keakar rumput.
C. STRATEGI
Untuk dapat memanfaatkan peluang, dan menyiasati tantangan serta menangkal pengaruh negatif budaya asing yang tidak sesuai dengan harkat dan martabat bangsa Indonesia, perlu ditetapkan strategi yang pada dasarnya adalah penguatan organisasi dan pengembangan partisipasi masyarakat.
1. STRATEGI INTERNAL ORGANISASI
a. Penguatan Sumberdaya Manusia:
a.1. Menanamkan pemahaman nilai-nilai seni dan budaya tradisional sebagai nilai luhur bangsa berdasarkan Pancasila, agar tumbuh menjadi kader organisasi dan warga negara yang berkualitas dan memiliki integritas tinggi, inovatif dan produktif sebagai pemuka masyarakat teladan, bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat dan tanah air;
a.2. Penempatan Personil Dewan Pengurus, Dewan Pembina dan Dewan Pakar dalam organisasi disemua tingkatan dengan memperhatikan kredibilitas, kualitas integritas dan loyal terhadap organisasi;
a.3. Melakukan kaderisasi pelaku media tradisional, dalam suatu sistem manajemen SDM yang dapat mendukung kebutuhan organisasi yang profesional;
a.4. Memperluas kepedulian, solidaritas, kebersamaan dan komitmen pengurus organisasi dengan semua pihak.
b. Penguatan Kelembagaan/Organisasi:
b.1. Organisasi harus berperan sebagai penghubung antara Lembaga Media Tradisional dengan masyarakat, pemerintah dan dunia usaha;
b.2. Organisasi harus membuka ruang bagi setiap pelaku media tradisional untuk duduk dalam kepengurusan organisasi disemua tingkatan, sesuai aspirasi masyarakat komunitas media tradisional;
b.3. Memperkuat peran kepengurusan daerah dengan memberi peluang untuk bersama-sama pemerintah propinsi, kabupaten dan kota menggunakan potensi media tradisional sebagai sarana komunikasi dan diseminasi informasi;
b.4. Dalam rangka melaksanakan butir 1, 2 dan 3 diatas, Rakerprop mengamanatkan agar Kepengurusan Pengurus Propinsi segera direorganisasi dan direvitalisasi sesuai dengan kebutuhan yang faktual;
2. PENGEMBANGAN PARTISIPASI EKSTERNAL
Melakukan kajian, pembahasan, penyusunan dan penyampaian kebijakan publik Forum Komunikasi Media Tradisional untuk disampaikan kepada pemerintah (eksekutif), legislatif, yudikatif dan masyarakat dalam rangka implementasi visi, misi dan tujuan Forum Komunikasi Media Tradisional.
D. REKOMENDASI
Untuk mencapai kebijakan dan strategis diatas, Rakerprop Forum Komunikasi Media Tradisional Tahun 2010 merekomendasikan sebagai berikut :
1. Badan Komunikasi dan Informasi Propinsi Jawa Timur sebagai Pembina langsung Forum Komunikasi Media Tradisional, bersama instansi pemerintah lainnya dapat lebih memberdayakan komunitas media tradisional sebagai sarana komunikasi dan desiminasi informasi kepada masyarakat luas sampai ke akar rumput;
2. Para Bupati atau Wali Kota beserta seluruh jajaran Pemerintah Daerah atau Pemerintah Kota dapat lebih meningkatkan pembinaan dan pemberdayaan komunitas seni dan budaya tradisional sebagai khasanah kekayaan budaya dan jiti diri bangsa di daerah, melalui Forum Komunikasi Media Tradisional sebagai upaya pelestarian, pengembangan dan ketahanan budaya serta dalam setiap aktivitas desiminasi informasi pembangunan daerah berbasis kearifan lokal.;
3. Pembentukan Forum Komunikasi Media Tradisional (FK-METRA) Propinsi Jawa Timur perlu memberikan SK-Gubernur kepada Kepala Pemerintahan Kabupaten/Kota dan selanjutnya memantau dan meninjau pembentukan Forum Komunikasi Media Tradisional (FK-METRA) di kabupaten/kota. Bupati atau Wali Kota sebagai pembina FK METRA kabupaten/kota beserta seluruh jajaran Pemerintah Daerah dapat mendorong dan menfasilitasi pembentukannya.
E. KESIMPULAN
Demikian Kebijakan, Strategi dan Rekomendasi Rakerprop Forum Komunikasi Media Tradisional (FK-METRA) tahun 2010 sebagai landasan, arah dan pedoman kepada jajaran Pengurus Organisasi Forum Komunikasi Media Tradisional (FK-METRA) mulai tingkat Pengurus Propinsi sampai ke Pengurus Kabupaten/Kota, saran dan harapan kepada Gubernur beserta jajaran Pemerintah Propinsi, Bupati/Walikota bersama jajaran Pemerintah Kabupaten/Kota, dunia usaha dan Lembaga Swadaya Masyarakat.
DITETAPKAN DI : SURABAYA PADA TANGGAL : 21 Januari 2010
PENGURUS PROPINSI
FORUM KOMUNIKASI MEDIA TRADISIONAL
( FK – METRA )
SELAKU
PIMPINAN RAKERPROP FORUM KOMUNIKASI MEDIA TRADISIONAL
TAHUN 2010
Drs. SUKO WIDODO, MA. Dra. ROESTININGSIH
Ketua Sekretaris
SUSUNAN PENGURUS FORUM KOMUNIKASI
MEDIA TRADISIONAL PROPINSI JAWA TIMUR
MASA BAKTI 2009 – 2013
PEMBINA : 1. Gubernur Jawa Timur
2. Kepala Dinas Kominfo Propinsi Jawa Timur
3. Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata
Propinsi Jawa Timur
4. Kepala Dinas Pendidikan Nasional Propinsi
Jawa Timur
KETUA : Drs. Suko Widodo, MA
SEKRETARIS : Dra. Roestiningsih, MM
BENDAHARA : Dewi Mariza, S.Sos.
BIDANG ORGANISASI DAN TATA LAKSANA : Cahyono Yudiatmaji
BIDANG SUMBER DAYA MANUSIA : Drs. Suwarmin
BIDANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN : Agung Budi Nugroho, S.Pd.
BIDANG SENI BUDAYA : Subiyantoro
KOORDINATOR WILAYAH :
- BAKORWIL I (MADIUN) : Luhur Sejati, M.Si.
- BAKORWIL II (BOJONEGORO) : Sariono, S.Sn.
- BAKORWIL III (MALANG) : Drs. Lego Suprapto
- BAKORWIL IV (PAMEKASAN) : Agus Suharjoko, S.Sn.
0 komentar:
Posting Komentar